Android Developer

Sudah lama sekali blog ini ditelantarin lantaran ga tau mau diisi apa, hehe. Belakang lagi sibuk ngembangin aplikasi android, tiba-tiba kepikir mungkin ini kesempatan yg baik untuk share pengalaman sebagai developer android (baca: buka lapak di play store). Kali aja ada yg tertarik utk mngetahui segala tetek bengek dlm hal ngembangin dan pasarin aplikasi android. Ternyata Continue reading

Advertisements

UU ITE, Hanya sekedar blokir situs porno?

Salah satu topik yang belakangan ini sedang hangat dibicarakan di dunia IT adalah mengenai pengesahannya Undang – Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat khususnya pengguna internet mengenai isi UU tersebut pun bermunculan. Dari 54 pasal di dalam UU yang disahkan DPR pada 25 Maret 2008 ini, dua topik yang sedang hangat diperdebatkan adalah mengenai masalah pemblokiran situs porno dan kebebasan pers.

Blocking Situs Porno

Tidak bisa dipungkiri, dengan segala keterbukaan informasi yang diusungkan di dunia maya, akses terhadap konten pornografi sudah menjadi suatu hal yang sangat mudah. Hal yang paling dikhawatirkan para orang tua adalah makin meningkatkan akses konten pornografi di kalangan remaja. Orang tua maupun kontrol masyarakat pun sulit membendung fenomena ini. Dengan mudah, para remaja seusia SMA bahkan SMP bisa mendatangi warnet-warnet dan mencari apa yang ingin diaksesnya. Bagaimanapun, pornografi bukanlah konsumsi yang layak untuk mereka. Hal seperti ini tentu menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberantas konten pornografi dan para penyedianya di internet.

Berikut kutipan terkait masalah pornografi Continue reading

Virus, Kenal Maka Tak Sayang

 

Boleh-boleh aja orang bilang tak kenal maka tak sayang. Tetapi tentu saja tidak berlaku untuk yang satu ini.  Siapakah dia? Siapa lagi kalo bukan si Virus yang selalu menjadi momok para PCers. Ada-ada aja ulah si Virus di komputer kita. Bisa dengan menampilkan pesan yang aneh-aneh, menimbulkan suara, melakukan reboot berkali-kali ataupun merusak file-file tertentu. Sebenarnya gimana sih caranya virus melakukan aksi gerilyanya memperbanyak diri dan merusak sistem? Mari kita kupas tuntas!!

Definisi Umum

Menggunakan istilah virus karena sebenarnya program perusak ini memiliki sifat yang hampir sama dengan virus dalam istilah kedokteran. Mereka sama-sama menggandakan diri, menyebar dengan cara menyisipkan diri pada program/sel lain, dan umumnya bersifat merusak.

Para ahli pun mendefinisikan virus sebagai Continue reading

Berhati-hati di Jalan Raya

Iklan animasi pertamaku..masih cupu..hehe..

Merupakan tugas kelompok komputer animasi bersama ard, lea, ivan dan naga..Buatnya pake 3DS MAX, lalu hasil rendering videonya digabung pake ULEAD..

Model (orang, mobil) dan gerakan berjalan di-import dari bahan yang diberikan dosen, tapi beberapa adegannya digerakkan secara manual..untuk tabrakan kami memakai reactor..dan terakhir hasil animasinya diambil dengan memasukkan beberapa kamera dari beberapa sudut pengambilan..

dan inilah hasilnya…

Freeware (3), What’s More??

Sudah berapakah program di komputer anda yang sudah diganti dengan freeware? Jika saja anda mengikuti terus artikel freeware sebelumnya, anda sekarang mungkin sudah merasakan bagaimana hebatnya kemampuan software-software gratisan. Katakanlah seperti media player classic yang direview pada artikel sebelumnya, ringan dan penuh dengan fungsi-fungsi pemutar video. Bahkan jauh lebih bagus dibandingkan dengan pemutar komersil seperti PowerDVD dkk.

Kali ini, saya akan memperkenalkan beberapa jenis aplikasi freeware lagi yang umumnya digunakan pemakai komputer. Tentunya semua ini bisa anda dapatkan secara mudah di internet melalui link-link yang saya berikan ataupun dengan googling sederhana. Semoga ini akan menambah daftar program freeware di komputer anda dan juga mengurangi jumlah pembajak software di Indonesia.

PDF Reader & Writer

Berbicara mengenai program untuk file format PDF, biasanya orang akan langsung mengkaitkannya dengan yang namanya “Adobe Acrobat”. Sekarang ini, format PDF sudah sangat populer, berbagai dokumen, jurnal, majalah dan e-book tersedia di internet dengan format PDF. Aplikasi pembaca file PDF sudah mutlak diperlukan. Tetapi dengan adobe reader yang setiap versinya semakin besar ukurannya, membuat pembukaan file PDF menjadi semakin lambat.

Tampilan Foxit Reader

Tampilan Foxit Reader

Altenatif lain yang saya rekomendasikan adalah Foxit Reader. Ringan dan cepat dalam membuka file PDF. Untuk menggunakannya anda tidak perlu menginstall dulu dikomputer, tinggal meng-doubleklik file exe-nya yang pada versi terakhir 2.2 hanya berukuran 5,45MB tersebut (bandingkan saja dengan Adobe Reader yang memakan 100-an MB ketika diinstall) dan hasil tampilannya juga tidak akan jauh berbeda dengan Adobe Reader. Fungsi pencarian dokumen PDF dengan menggunakan Foxit juga terasa lebih cepat dibandingkan dengan Adobe Reader.

Lalu bagaimana kalau kita ingin membuat dokumen PDF? Program yang anda perlukan di sini adalah CutePDF Writer. CutePDF Writer ketika di-install akan membuat sebuah printer virtual dikomputer anda. Untuk menggunakannya, anda tinggal memilih menu print, memilih printer CutePDF Writer pada daftar printer yang ada, klik OK dan simpan hasil file PDF-nya pada lokasi yang anda inginkan.

CutePDF Writer

CutePDF Writer

Tetapi, sebelum menggunakan program yang hanya berukuran 1,54MB pada versi terakhirnya ini, anda perlu menginstall dulu PS2PDF converter seperti GPL Ghostscript 8.15 yang juga bisa didapatkan secara gratis di internet. Setelah itu, anda akan mampu membuat file PDF dari program pembuka dokumen apapun asalkan program tersebut terdapat fasilitas print dokumen. Kedua freeware bisa anda dapatkan di:

http://www.foxitsoftware.com/

http://www.cutepdf.com/products/cutepdf/writer.asp

Image Capture

Membuat tugas sudah hampir merupakan kerjaan sehari-harinya kita (mahasiswa tentunya). Salah satu hal yang cukup merepotkan ketika membuat paper adalah harus menyertakan tampilan-tampilan program yang sudah kita buat. Fungsi print screen standar dari window yang hanya bisa mengambil gambar seluruh tampilan monitor membuat kita harus melakukan beberapa penyesuaian di program seperti paint. Cukup menyita waktu dan tenaga.

Faststone Capture

Faststone Capture

Salah satu program yang bisa sangat membantu anda dalam hal ini adalah Faststone Capture. Program ini begitu ringan, fungsional, mudah digunakan dan memiliki tampilan yang minimalis. Anda bisa melakukan capture pada windows yang sedang aktif, bagian-bagian/objek-objek dari sebuah windows, memilih sendiri bagian tertentu yang berbentuk segiempat ataupun secara freehand, bahkan anda bisa mengambil seluruh bagian windows yang perlu di-scroll menjadi sebuah gambar utuh. Hasilnya bisa anda pilih langsung dialihkan ke editor yang merupakan bawaan dari Faststone Capture, bisa juga ke clipboard, langsung dicetak, menjadi sebuah file yang siap disimpan, ataupun secara otomatis disimpan di folder tertentu. Anda bisa menyimpannya ke dalam format gambar yang umum seperti bmp, gif, jpg, png, tif dan bisa juga disimpan dalam bentuk PDF.

Sayangnya, mulai versi 5.4 faststone sudah menjadi program shareware alias komersil. Untuk itu, anda perlu mengdownload versi gratis terakhirnya di alamat berikut:

http://www.aplusfreeware.com/categories/mmedia/FastStoneCapture.html

Burning Tools

Untuk mencari sebuah program CD Burner yang gratis dan berkualitas merupakan hal yang cukup sulit. Dari sekian banyak freeware aplikasi burning yang ditawarkan, hanya beberapa yang memberikan hasil yang cukup memuaskan. Yang paling bagus mungkin adalah CDBurnerXP Pro. Walaupun tidak sebagus Nero, program ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan burning pada umumnya. Tampilan dan cara penggunaannya yang drag and drop juga tidak jauh berbeda dengan Nero.

CDBurnerXP Pro

CDBurnerXP Pro

Pilihan lainnya adalah DeepBurner Free. Dengan ukurannya yang lebih kecil, program ini memang tidak banyak fitur tambahan selain untuk kebutuhan burning. Selain itu, DeepBurner juga tersedia dalam versi portable yang bisa anda jalankan langsung dari flashdisk. Pilihan lain yang cukup menarik adalah Grab&Burn yang menyediakan beberapa fitur multimedia seperti DVD Authoring & DVD Mastering. Hanya saja, program ini cukup sulit digunakan sehingga tidak sesuai untuk pengguna biasa. Ketiga program tersebut bisa anda download dari:

http://www.cdburnerxp.se/

http://www.deepburner.com/

http://www.rocketdivision.com/

Sampai di sini dulu pengenalan freewarenya. Tunggu lanjutannya sambil tambah terus koleksi freeware anda. Jangan lupa, kalau aplikasi gratis bisa memberikan hasil yang memuaskan kenapa harus pakai aplikasi berbayar?? kenapa harus membajak?? Say More to Freeware..!!

Mekanisme Perdagangan Karbon

Pemanasan global jelas merupakan salah satu isu atau bahkan isu yang paling hangat dibicarakan dalam satu dekade ini. Satu kata yang pasti tidak ketinggalan ketika membahas isu ini adalah ‘karbon’. Karbon, melalui efek rumah kacanya dinilai para ilmuwan sebagai biang keroknya sederetan gejala-gejala seperti meningkatnya suhu rata-rata global, mencairnya es di kutub, naiknya tinggi muka air laut, anomali cuaca sampai meluasnya wabah penyakit tropis dan sebagainya.

Dari sekian banyak hasil pertemuan negara-negara di dunia, muncul berbagai gagasan untuk menghadapi masalah global tersebut. Salah satunya yang patut dicermati adalah ide tentang perdagangan karbon. Secara sederhana, perdagangan karbon adalah suatu mekanisme perdagangan dimana negara yang menghasilkan emisi karbon dari kuota yang ditentukan diharuskan untuk memberikan sejumlah insentif kepada negara yang bisa menyerap karbon melalui proyek penanaman hutannya. Setiap negara/industri mempunyai kuota karbon yang ‘boleh’ diemisikannya. Mekanisme ini juga memperbolehkan industri yang berhasil mengurangi emisinya untuk menjual kredit karbon yang tersisa ke industri lain. Di sini, penyerapan/pengurangan gas karbon menjadi semacam jasa yang bisa diperjualbelikan.


Asal Mulanya

Ide tersebut sebenarnya sudah muncul pada tahun 1997 melalui Protokol Kyoto yang dihasilkan dari Pertemuan Antar Pihak Ke-3 atau Conference of the Parties 3 (COP3). Di dalam protokol ini, negara-negara maju diwajibkan untuk mengurangi emisi karbonnya pada tahun 2012 sebanyak 5 persen dibandingkan dengan emisi tahun 1990.

Beberapa hal penting mengenai mekanisme perdagangan karbon yang disepakati dalam protokol ini adalah bahwa perdagangan karbon hanya bisa melibatkan pohon yang bukan dari hutan alam. Hutan/pohon yang dikembangkan sebelum tahun 1990 juga tidak bisa dilibatkan dalam perhitungan. Selayaknya perdagangan bebas lainnya, perdagangan karbon juga bersifat bebas dimana setiap negara/industri boleh membeli/menjual karbon dari/ke negara/industri mana saja dengan harga sesuai kesepakatan bersama.

Kontroversi

Hingga kini, Protokol Kyoto masih belum diratifikasi oleh semua negara dan ide tentang mekanisme perdagangan karbon masih terus diperdebatkan. Ada banyak hal yang perlu disepakati bersama mengenai aturan perhitungannya. Terutama mengenai bagaimana menghitung kapasitas karbon yang diserap oleh sejumlah pohon dan berapa harga per tiap satuan berat karbon yang harus dibayar.

Selain itu, juga dikhawatirkan terjadinya ketimpangan pola geoekonomi. Dimana negara berkembang bisa terpancing, terbawa ataupun terpaksa menjadi negara penanam pohon sementara negara maju terus menggerakkan roda industrinya dengan “hanya” memberikan sejumlah kompensasi yang disepakati. Dengan demikian, kompensasi yang didapatkan tidak lebih dari sekadar “masuk untuk keluar” setelah kita akhirnya mengonsumsi produk-produk hasil industri negara maju tersebut. Negara maju terus maju, negara berkembang tidak berubah status, negara miskin jadi “negara hutan”.

Pertimbangan di atas tidak serta merta mengindikasikan bahwa ide seperti ini tidak layak dipertimbangkan. Bagaimanapun juga, gambaran dampaknya masih sangat kabur. Terlalu banyak aspek yang berkaitan mengingat penerapannya melibatkan banyak negara. Tidak ada yang tau sebelum benar-benar diterapkan di lapangan. Siapa tahu 5 tahun lagi justru ide inilah yang akhirnya membawakan angin segar di setiap pojok bumi ini. Alih-alih memikirkan sampai sejauh itu, lebih baik kita melakukan hal-hal praktis yang bisa kita lakukan untuk bumi ini.

Blackle, Benarkah Hemat Energi?

Beberapa tahun belakangan ini, semua orang di dunia sedang sibuk-sibuknya membicarakan “global warming”. Bagaimana mengurangi emisi karbon, bagaimana menanam lebih banyak pohon, bagaimana menciptakan produk ramah lingkungan, bagaimana menghemat penggunaan energi, dan seterusnya, dan seterusnya.

Segala ide hemat energi bermunculan sebagai solusi mengurangi efek perubahan iklim. Ternyata halaman situs raksasa dunia Internet, Google, juga bisa dibuat hemat energi. Berangkat dari sebuah artikel yang ditulis Mark Ontkush, Heap Media Australia didukung oleh Google Custom Search mengeluarkan search engine versi gelap yang dinamakan Blackle.

Layar Hitam Hemat Energi?

Berdasarkan artikel Mark Ontkush, jika halaman Google diubah ke versi warna hitam setahunnya kita akan menghemat energi sebanyak 750MWh. Hal ini dimungkinkan karena monitor akan membutuhkan lebih banyak energi untuk menampilkan warna terang (putih) daripada warna gelap (hitam). Dikatakan, sebuah halaman Google putih akan mengkonsumsi energi sekitar 74 watt sedangkan ketika hitam hanya mengkonsumsi sekitar 59 watt.

Jika benar demikian, maka website yang dibuat dalam versi gelap akan turut membantu dalam hal penghematan energi. Tentu saja, sebagai halaman web yang paling banyak diakses oleh pengguna internet, Google dinilai akan banyak berpengaruh jika mengambil langkah tersebut.

Blackle sudah diliris sejak Januari 2007. Hingga kini, blackle mengklaim sudah berhasil menghemat energi lebih dari enam ratus ribu watt jam. Informasi jumlah penghematan energi tersebut akan senantiasa ditampilkan setiap kali mengakses halaman utama Blackle.

Tampilan hasil pencarian juga tidak berbeda dengan menggunakan Google. Hanya saja selain background-nya yang hitam, tulisannya juga dalam warna abu-abu yang gelap. Karena merupakan bagian dari Google Custom Search, Blackle hanya murni sebagai sebuah search engine tanpa fitur-fitur seperti advanced search, language tool, groups, iGoogle dan sebagainya.

Hitam tidak Selalu Hemat

Awalnya, Blackle mendapat cukup banyak perhatian dan pujian karena dianggap sebagai sebuah langkah baru untuk menyelamatkan bumi. Apalagi jika semua web melakukan hal yang sama. Tidak lama kemudian, kemampuan Blackle berkontribusi dalam penghematan energi mulai dipertanyakan. Berbagai komentar bermunculan menanggapi perhitungan yang dilakukan Mark.

Pada kenyataannya, perhitungan seperti ini hanya akan terwujud jika mengasumsikan semua orang menggunakan monitor CRT. Pada jenis monitor LCD, tidak ada perbedaan energi yang dikeluarkan untuk warna hitam maupun putih. Beberapa hasil riset bahkan mengatakan warna hitam lebih memboros energi dibandingkan warna putih. Salah satu test yang dilakukan oleh Techlogg juga menunjukkan monitor LCD rata-rata lebih boros 0,35W untuk menampilkan warna hitam.

Berdasarkan estimasi, monitor LCD digunakan sekitar 75% pengguna komputer. Hal ini berarti mengubah halaman Google menjadi gelap dipastikan tidak akan banyak membantu dalam menghemat energi. Pihak Google sendiri juga menyatakan hal yang sama bahwa berdasarkan analis mereka, Google versi hitam tidak akan mengurangi konsumsi energi.

Terlebih lagi, halaman hasil pencarian Blackle yang gelap cenderung lebih sulit dibaca. Oleh karena itu, tugas pencarian akan lebih lama sehingga penggunaan listrik justru akan lebih banyak.

Blackle, Black Google

Blackle, Black Google

Langkah Kecil untuk Bumi

Terlepas dari itu semua, ide Blackle setidaknya masih cukup membantu kampanye penghematan energi. Setidaknya, turut menyadarkan orang akan pentingnya peran serta tiap orang dalam menghemat penggunaan energi.

Jika anda pengguna komputer yang masih memakai monitor CRT, Blackle tetap saja bisa menjadi pilihan alternatif. Sebagai tambahan, mengubah wallpaper dengan gambar yang lebih gelap juga akan lebih membantu usaha penghematan. Tetapi bagaimanapun, menggunakan monitor jenis LCD akan jauh lebih hemat dalam hal penggunaan energi. Termasuk juga menurunkan nilai brigthness monitor anda baik yang LCD maupun CRT. Apakah anda siap mengambil langkah kecil ini untuk bumi?

Freeware (2), Say No to Piracy

Tahukah anda Indonesia merupakan negara dengan tingkat pembajakan software yang sangat tinggi? Apakah kita merasa bangga dengan “prestasi” seperti ini? Komputer memang butuh software-software pendukung selain sistem operasi. Software-software komersil tersebut memang mahal untuk takaran Indonesia  Lantas apakah ini menjadi pembenaran bagi kita untuk melanggar hak cipta? Tentu saja tidak. Masih ada jalan keluarnya dan jawabannya adalah software gratisan alias freeware.

Di artikel sebelumnya, saya sudah sempat membahas beberapa freeware yang menjadi kebutuhan dasar bagi komputer anda. Mulai dari OpenOffice.org sebagai office suite, Avira dan AVG sebagai senjata proteksi PC dari serangan virus, IZArc dan 7-Zip untuk membaca dan mengkompresi file serta Mozilla Firefox dan Opera sebagai internet browser. Kali ini kita lanjutkan lagi dengan beberapa software yang juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kemampuan PC anda.

Image Viewer

Banyak sekali aplikasi freeware sejenis ACDSee yang berfungsi menampilkan file gambar di komputer anda dan yang paling komplit mungkin adalah XnView. XnView merupakan aplikasi image browser, image viewer dan image editor yang ringan, cepat, dengan berbagai fitur yang sangat bagus. Selain kemampuannya yang bisa membuka banyak sekali jenis file gambar, aplikasi ini juga mampu membuka file-file video. Lebih lagi, didalamnya juga penuh dengan efek-efek manipulasi gambar dengan salah satu fitur unggulannya adalah dukungan plug-in dari Photoshop. Untuk menggunakannya kita tinggal memberitahu letak folder plug-in Photoshop di bagian konfigurasi XnView.

Faststone Image Viewer

Faststone Image Viewer

Pilihan lain yang cukup menarik adalah Faststone Image Viewer. Walaupun dukungan jenis file gambarnya tidak sebanyak XnView, aplikasi ini memiliki tampilan interface yang sangat menarik. Dengan autohide bar di ke-empat sisi layar ketika tampilan fullscreen membuat fungsi-fungsi browser dan editor standar bisa diakses dengan mudah dan cepat. Dengan ukurannya yang hanya 2,9 MB Faststone tergolong ringan dibandingkan dengan aplikasi sejenis lainnya yang menawarkan fungsi yang setara. Satu lagi aplikasi image viewer yang cukup terkenal adalah IrfanView. Aplikasi ini hampir sama dengan XnView hanya saja dukungan format filenya tidak sebanyak XnView. Silahkan download ketiga aplikasi ini di:

http://www.xnview.com/

http://www.faststone.org/FSViewerDetail.htm

http://www.irfanview.net/

Video Player (Codec)

Tentunya selain file-file gambar, komputer anda juga berisi file-file audio maupun video dengan berbagai format. Data multimedia dengan format yang bervariasi tadi membuat kita terpaksa menginstall berbagai player yang turut memenuhi deretan program di sistem operasi komputer. Untuk itu, biasanya para pengguna komputer memilih untuk menginstall paket codec yang merupakan singkatan dari Compressor-Decompressor. Dengan begitu kita bisa memutar (decoding) file audio dan video sesuai dengan codec yang sudah di-install.

Media Player Classic

Media Player Classic

Salah satu paket codec yang paling lengkap dan populer saat ini adalah K-Lite Mega Codec Pack. Didalamnya terdapat sebuah media player classic dan hampir 99% codec yang anda perlukan untuk memutar berbagai format video. Mulai dari format yang paling umum dengan ekstensi avi dan mpeg sampai format Xvid, DivX, Realtime, Quicktime serta FLV. Cukup dengan media player classic yang tampilannya mirip windows media player versi 6.4 tersebut anda sudah mampu memutar berbagai file audio dan video bahkan anda juga bisa membuka file Macromedia Flash (*.swf).

Paket lain yang juga tidak kalah lengkap adalah Windows Essential Media Codec Pack. Sama seperti K-Lite yang mendukung banyak format video, paket ini juga menyertakan sebuah media player classic pada versi terbarunya. Jika tidak ingin menggunakan playernya anda juga bisa menggunakan media player lain yang mendukung DirectShow. Silahkan kunjungi:

http://www.codecguide.com/about_mega.htm

http://www.mediacodec.org/

Image Editor

GIMP yang awalnya bernama General Image Manipulation Program sekarang ini merupakan aplikasi pengganti Photoshop yang paling populer. Sebagai sebuah proyek open source, GIMP tergolong karya yang sangat berhasil. Dari tools dasar manipulasi gambar sampai yang tingkat advance ada dalam satu aplikasi ini. Didalamnya terdapat komponen-komponen seperti selection tools, painting tools, layer, channel, path, berbagai filter dan masih banyak lagi dengan cara penggunaannya menyerupai Photoshop.

GIMP

GIMP

Hanya saja, beberapa pengguna yang terbiasa dengan Photoshop merasa tidak nyaman dengan tampilan GIMP yang agak berbeda. Untuk itu, komunitas GIMP mengembangkan GIMPshop yang merupakan modifikasi GIMP agar tampilannya mendekati Photoshop untuk sistem operasi Mac OS X. Sedangkan untuk versi Windowsnya sudah ada tetapi masih dalam pengembangan. Secara keseluruhan, dengan sedikit percobaan, anda yang terbiasa dengan Photoshop sudah mampu menguasai GIMP dengan cepat.

Jika anda tidak ingin yang terlalu rumit, pengeditan gambar bisa anda lakukan dengan menggunakan Photoplus ataupun Paint.NET. Kedua aplikasi ini cenderung lebih mudah digunakan dibandingkan GIMP. Walaupun tidak selengkap GIMP dan Photoshop, keduanya sudah bisa mendukung penggunaan layer dalam manipulasi gambar. Untuk Paint.NET yang perkembangannya juga cukup mengagumkan, anda perlu menginstall dulu .NET Framework di komputer. Keterangan lebih lanjut kunjungi:

http://www.gimp.org/windows/

http://getpaint.net/

http://www.freeserifsoftware.com/software/PhotoPlus/default.asp

Masih banyak lagi jenis aplikasi yang tidak kalah penting seperti burning tools, PDF reader dan writer serta beberapa utility lainnya yang dibutuhkan komputer anda agar benar-benar bisa dikatakan sebagai komputer dan tentunya yang tersedia secara gratis. Jadi, tunggu saja artikel berikutnya! Akhir kata, selamat berkreasi tanpa harus membajak, say yes to freeware, say no to piracy!!

Freeware, Why Not??

“Engkau tidak boleh copy atau menggunakan software yang belum kamu bayar.”

Pernahkah anda mendengar kutipan kalimat di atas? Ya, itu salah satu dari 10 etika komputer. Sebagai pengguna PC seperti kita, tentu saja dalam aktivitas berkomputer-ria, sering kali harus menggunakan berbagai jenis software. Dan sudah bukan rahasia lagi, kalo selama ini hampir semua aplikasi yang kita gunakan merupakan hasil bajakan. Padahal kalo dipikir-pikir, software-software tersebut juga merupakan hasil jerih payah para programmer.

Hak kekayaan intelektual mereka direnguk begitu saja. Kondisi ini tentu saja menciutkan hati para programmer Indonesia untuk berinovasi menciptakan produk software yang benar-benar berkualitas dan mendatangkan profit. Siapa yang mau hasil kerja kerasnya dibajak begitu saja. Maka, sudah saatnya, kita harus mulai membangun suatu budaya menghargai hak kekayaan intelektual. Membajak secara tidak langsung bisa menghambat prestasi anak bangsa dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan.

Jika tidak menggunakan software bajakan, apakah komputer kita masih bisa “bertahan hidup”. Jangan khawatir dengan hal itu. Jika anda rajin googling, sebenarnya anda bisa menemukan banyak sekali software gratis alias freeware. Berbagai jenis freeware tersedia untuk menggantikan ketergantungan kita pada software komersil. Artikel ini akan mulai mengupas dari beberapa jenis aplikasi yang sering digunakan.

Office Suite

Aplikasi yang satu ini memang mutlak harus ada dalam komputer kita dan satu-satunya pengganti Microsoft Office yang paling populer saat ini adalah OpenOffice.org. Terdapat 6 program dalam satu paket aplikasinya, diantaranya:

· OpenOffice.org Writer : Pengolah teks pengganti Microsoft Word

· OpenOffice.org Calc : Spreadsheet pengganti Microsoft Excel

· OpenOffice.org Impress : Pengolah presentasi pengganti Microsoft PowerPoint

· OpenOffice.org Base : Pengolah basis data pengganti Microsoft Access

· OpenOffice.org Draw : Pengolah diagram pengganti Microsoft Visio

· OpenOffice.org Math : Pengolah rumus-rumus ilmiah

OpenOffice 3.0

OpenOffice 3.0

Selain fungsinya, cara pengoperasian dan interface dari aplikasi-aplikasi ini juga tidak jauh berbeda dengan Microsoft Office yang sering kita gunakan, sehingga bagi yang sudah terbiasa dengan Microsoft Office bakal tidak menemui masalah besar. Lalu bagaimana dengan file-file yang selama ini sudah kita simpan dalam formatnya Microsoft Office? Tenang saja, OpenOffice.org mampu membuka bahkan menyimpan dokumen dalam format-format file Microsoft Office. Selain itu, dokumen yang dibuka juga bisa diexport langsung ke dalam format PDF. Tidak hanya gratis, paket aplikasi OpenOffice.org juga bersifat open source sehingga bagi anda yang berminat untuk mengembangkannya, silahkan kunjungi http://www.openoffice.org.

Anti-Virus

Banyak sekali aplikasi anti-virus gratis yang tersedia sekarang ini, sebut saja Avira AntiVir Personal Edition Classic, AVG Antivirus Free Edition, BitDefender dan avast! 4 Home Edition yang sudah sangat populer di kalangan pengguna komputer. Salah satu yang cukup mengesankan adalah Avira AntiVir. Avira Antivir Personal Edition Classic adalah anti-virus freeware yang tercepat saat ini, dalam arti tidak terlalu mengkonsumsi memori dan mempengaruhi kecepatan komputer. Sayangnya proteksi terhadap email hanya disediakan di versi komersilnya. Pilihan lainnya adalah AVG Antivirus Free Edition. Meskipun tidak secepat Avira, AVG Antivirus Free Edition sudah dilengkapi proteksi terhadap email dan konsumsi memorinya masih tergolong hemat. Tentunya, software anti-virus di atas masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sehingga memilih yang mana juga tergantung kebutuhan dan kondisi PC kita.

Kunjungi saja:

http://www.free-av.com untuk Avira Antivir Personal Edition Classic.

http://free.grisoft.com untuk AVG Antivirus Free Edition.

http://www.bitdefender.com

http://www.avast.com/eng/avast_4_home.html

File Archiver/ZIP Utility

Satu lagi program yang wajib anda miliki adalah aplikasi yang berfungsi untuk membaca dan mengkompresi file. IZArc merupakan aplikasi kompresi gratis dengan dukungan jenis file kompres yang sangat banyak, bahkan melebihi beberapa aplikasi standar komersil. Dari format yang umum seperti zip, rar, gzip, bzip2 dan 7z sampai CD image format ISO, BIN dan IMG juga didukungnya.

Tugzip File Compression

Tugzip File Compression

Keunggulan IZArc terletak pada kemampuannya meng-convert CD image format dan file kompres. Jika anda tidak membutuhkan zip utility yang selengkap ini, mungkin 7-Zip bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena hanya menangani beberapa file kompres yang umum, 7-Zip cenderung lebih ringan dan cepat. Kita tinggal pilih saja, mau yang ringan atau yang lengkap atau yang tampilannya menarik seperti ALZip dan TugZIP. Kunjungi:

http://www.izarc.org

http://www.7-zip.org

http://www.altools.net/ALTools/ALZip/tabid/53/Default.aspx

http://www.tugzip.com

Internet browser

Mozilla Firefox yang dikenal sebagai Firefox (FF), merupakan browser alternatif Internet Explorer (IE) yang paling popular saat ini disamping Opera dan Netscape. Tetapi, jika dibandingkan dengan lain maka FF adalah browser freeware yang paling mendekati hasil rendering IE, artinya halaman yang dibuka dengan FF mendekati tampilan halaman yang dibuka dengan IE. Itulah sebabnya mengapa banyak developer memakai FF sebagai alternatif IE. Dari segi keamanan, FF dan Opera diyakini lebih mampu memproteksi komputer dari spyware.Untuk urusan kecepatan, keduanya jelas lebih unggul dibandingkan dengan IE walaupun terakhir dikabarkan Opera sedikit lebih cepat dibandingkan FF. Sistem tab browsing, download manager dan kemampuan untuk di costumize tampilannya memberikan nilai tambah pada kedua browser ini. Dengan segala kemampuannya di atas, kedua browser ini sudah layak dijadikan sebagai web browser pilihan utama anda. Keterangan lebih lanjut, kunjungi:

Browser Mozilla Firefox

Browser Mozilla Firefox

http://www.mozilla.com/en-US/firefox/

http://www.opera.com/

Masih banyak lagi aplikasi yang kita butuhkan untuk melengkapi kemampuan komputer kita seperti aplikasi image viewer, media player, photo editing, burning tools dan masih banyak lagi yang tersedia secara gratis. Bagaimana dengan kemampuannya? Tunggu artikel berikutnya! Jika freeware-freeware sudah menawarkan kemampuan yang tidak kalah dan bahkan melebihi software komersil, kenapa kita harus membajak lagi? Freeware, why not??

Budaya Konsumtif

Sekarang ini, budaya konsumtif bisa dikatakan sudah merebak kemana-mana. Tidak peduli dia negara barat yang lebih maju ataupun negara timur yang masih berkembang, buruh yang gajinya pas-pasan maupun kaum elite dengan gaji tinggi, semuanya terjebak dalam suatu budaya tidak sehat yang berakal dari kapitalisme ini. Budaya konsumsi pelan tapi pasti sudah menjadi poros dari aktivitas kehidupan sosial kita.

Budaya seperti ini bisa tercermin dari kebiasaan kita untuk membeli barang dan jasa (komoditi) yg sebenarnya tidak begitu dibutuhkan, komoditi yg sebenarnya tidak memberi nilai tambah signifikan untuk perbaikan taraf hidup. Dalam masyarakat konsumsi  persepsi terhadap barang telah berubah dari sekedar kebutuhan yang memiliki nilai tukar dan nilai guna, berubah menjadi komoditas citra/gengsi, orang berbelanja selain karena ingin meraih kepuasan, tapi  juga karena mengharapkan citra tersendiri karena telah memiliki barang tersebut.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa budaya konsumerisme seperti ini bisa subur berkembang dimana-mana? Bagaimana sebenarnya konsumerisme menjebak kita untuk terus membeli dan membeli?

Mengapa Kita Sebagai Konsumen Mau Dimanipulasi untuk Terus Membeli Komoditi?

Banyak hal yang bisa turut mendorong kita berperilaku konsumtif seperti ini. Faktor seperti harga diri, gengsi, status sosial, ekonomi maupun pengaruh teman bisa menjadi penyebab munculnya keinginan kita untuk membeli suatu komoditi. Faktor-faktor tersebut bisa berpengaruh karena sebenarnya melalui aktivitas konsumsi inilah kita sebagai makhluk sosial mencerminkan identitas diri kita.

Manusia dalam sepanjang hidupnya tidak lepas dari pencarian identitas diri. Melalui apa yang kita konsumsi, kita menunjukkan bahwa kita bagian dari suatu komunitas tertentu, berstatus sosial tertentu. Dan dari sanalah kita merasa memperoleh identitas diri karena siapa diri kita merupakan hasil penilaian orang terhadap apa yang kita konsumsi.

Sebaliknya, ketika tidak mengkonsumsi suatu komoditi, kita menjadi tersingkir dari suatu komunitas tertentu dan akhirnya merasa kehilangan identitas diri. Melalui konsumsi itulah kita mendapatkan identitas diri sehingga kita pun menjadi mudah dimanipulasi untuk terus membeli komoditi.

Mengapa Asumsi Bahwa Kita Adalah Makhluk Rasional yang Bisa Melakukan Pilihan-Pilihan Melalui Kesadaran Budi yang Menimbang Terus-Menerus Kalah Terhadap Rayuan Iklan Komoditi?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, budaya konsumtif berakal dari kapitalisme dan tujuan utama kapitalisme sendiri adalah mencari keuntungan dengan cara membuat kita terus berkonsumsi. Maka para kapitalis pun berusaha merubah paradigma kita berkonsumsi dari membeli karena butuh menjadi membeli karena keinginan. Karena dorongan membeli atas dasar kebutuhan akan berhenti ketika kebutuhan sudah terpenuhi, tetapi dorongan membeli atas dasar keinginan adalah tanpa batas.

Lalu melalui iklan-iklan di media televisi dan sebagainya, kapitalisme berusaha mempengaruhi kita untuk tidak hanya membeli berdasar daya guna sebuah produk, tapi lebih pada citra yg dibawa oleh produk tersebut, gengsi yang kita peroleh dari mengkonsumsi barang tersebut. Melalui iklan dengan intensitas yang tinggi kita pun terpropaganda hingga kehilangan kontrol terhadap pikiran atas apa yang layak/butuh dan tidak layak/butuh untuk dikonsumsi.

Mengapa Kesadaran Budi Kita Tidak Berdaya Menghadapi Banjir Visualisasi Eksotis Hingga Bila-Bila Tidak Membeli, Kita Tidak Bergengsi dan Merasa Tidak Modern?

Ketika sekelompok masyarakat/komunitas mulai terpengaruh dengan iklan komoditi yang begitu intensif, kita yang menjadi bagian dari masyarakat/komunitas tersebut pun ikut terseret di dalamnya. Karena sekali lagi, siapa diri kita merupakan penilaian orang lain. Ketika menurut masyarakat merek tertentu menunjukkan kelas sosial yang lebih tinggi, kita pun mau tidak mau mengkonsumsi merek tersebut jika ingin masuk dalam komunitas kelas sosial tersebut.

Begitu juga ketika masyarakat menilai bahwa membeli barang tertentu lebih bergengsi dan modern, kita pun merasa tidak bergengsi dan tidak modern jika tidak membelinya. Kesadaran budi menjadi tidak berdaya akan hal seperti ini karena yang kita hadapi di sini sudah bukan lagi semata-mata rayuan iklan komoditi melainkan penilaian masyarakat/komunitas kita terhadap apa yang kita konsumsi. Salah-salah kita bisa tersingkir dari komunitas tersebut sehingga merasa identitas diri kita terancam.


Komunitas Membentuk Budaya Konsumtif

Begitu kuatnya budaya konsumtif membuat kita yang menjadi bagian dari suatu komunitas ikut terpengaruh. Ketika pola konsumsi suatu komunitas berubah kita pun mau tidak mau harus mengikutinya. Contoh yang paling kongkrit adalah apa yang saya alami selama berada dalam satu komunitas tertentu. Ketika komunitas tersebut mulai senang untuk nonton di bioskop, mau tidak mau saya pun harus ikut agar merasa tetap eksis dalam komunitas tersebut.

Cara kerjanya begitu sederhana, ketika semua orang ikut kita mau tidak mau juga ikut jika tidak ingin tersingkir dari komunitas. Ketika semua orang merasa gengsi dan modern dengan produk tertentu, kita juda mau tidak mau ikut merasakannya. Ketika komunitas kita konsumtif, kita pun mau tidak mau ikut terpengaruh. Untuk menghadapi budaya seperti ini, kita perlu membentuk suatu budaya atau gaya hidup baru yang tidak berporos pada konsumsi. Tidak hanya gaya hidup kita sebagai pribadi tetapi gaya hidup satu komunitas perlu kita bentuk karena komunitaslah yang akhirnya membentuk budaya kita.