Berhati-hati di Jalan Raya

Iklan animasi pertamaku..masih cupu..hehe..

Merupakan tugas kelompok komputer animasi bersama ard, lea, ivan dan naga..Buatnya pake 3DS MAX, lalu hasil rendering videonya digabung pake ULEAD..

Model (orang, mobil) dan gerakan berjalan di-import dari bahan yang diberikan dosen, tapi beberapa adegannya digerakkan secara manual..untuk tabrakan kami memakai reactor..dan terakhir hasil animasinya diambil dengan memasukkan beberapa kamera dari beberapa sudut pengambilan..

dan inilah hasilnya…

Advertisements

Budaya Konsumtif

Sekarang ini, budaya konsumtif bisa dikatakan sudah merebak kemana-mana. Tidak peduli dia negara barat yang lebih maju ataupun negara timur yang masih berkembang, buruh yang gajinya pas-pasan maupun kaum elite dengan gaji tinggi, semuanya terjebak dalam suatu budaya tidak sehat yang berakal dari kapitalisme ini. Budaya konsumsi pelan tapi pasti sudah menjadi poros dari aktivitas kehidupan sosial kita.

Budaya seperti ini bisa tercermin dari kebiasaan kita untuk membeli barang dan jasa (komoditi) yg sebenarnya tidak begitu dibutuhkan, komoditi yg sebenarnya tidak memberi nilai tambah signifikan untuk perbaikan taraf hidup. Dalam masyarakat konsumsi  persepsi terhadap barang telah berubah dari sekedar kebutuhan yang memiliki nilai tukar dan nilai guna, berubah menjadi komoditas citra/gengsi, orang berbelanja selain karena ingin meraih kepuasan, tapi  juga karena mengharapkan citra tersendiri karena telah memiliki barang tersebut.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa budaya konsumerisme seperti ini bisa subur berkembang dimana-mana? Bagaimana sebenarnya konsumerisme menjebak kita untuk terus membeli dan membeli?

Mengapa Kita Sebagai Konsumen Mau Dimanipulasi untuk Terus Membeli Komoditi?

Banyak hal yang bisa turut mendorong kita berperilaku konsumtif seperti ini. Faktor seperti harga diri, gengsi, status sosial, ekonomi maupun pengaruh teman bisa menjadi penyebab munculnya keinginan kita untuk membeli suatu komoditi. Faktor-faktor tersebut bisa berpengaruh karena sebenarnya melalui aktivitas konsumsi inilah kita sebagai makhluk sosial mencerminkan identitas diri kita.

Manusia dalam sepanjang hidupnya tidak lepas dari pencarian identitas diri. Melalui apa yang kita konsumsi, kita menunjukkan bahwa kita bagian dari suatu komunitas tertentu, berstatus sosial tertentu. Dan dari sanalah kita merasa memperoleh identitas diri karena siapa diri kita merupakan hasil penilaian orang terhadap apa yang kita konsumsi.

Sebaliknya, ketika tidak mengkonsumsi suatu komoditi, kita menjadi tersingkir dari suatu komunitas tertentu dan akhirnya merasa kehilangan identitas diri. Melalui konsumsi itulah kita mendapatkan identitas diri sehingga kita pun menjadi mudah dimanipulasi untuk terus membeli komoditi.

Mengapa Asumsi Bahwa Kita Adalah Makhluk Rasional yang Bisa Melakukan Pilihan-Pilihan Melalui Kesadaran Budi yang Menimbang Terus-Menerus Kalah Terhadap Rayuan Iklan Komoditi?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, budaya konsumtif berakal dari kapitalisme dan tujuan utama kapitalisme sendiri adalah mencari keuntungan dengan cara membuat kita terus berkonsumsi. Maka para kapitalis pun berusaha merubah paradigma kita berkonsumsi dari membeli karena butuh menjadi membeli karena keinginan. Karena dorongan membeli atas dasar kebutuhan akan berhenti ketika kebutuhan sudah terpenuhi, tetapi dorongan membeli atas dasar keinginan adalah tanpa batas.

Lalu melalui iklan-iklan di media televisi dan sebagainya, kapitalisme berusaha mempengaruhi kita untuk tidak hanya membeli berdasar daya guna sebuah produk, tapi lebih pada citra yg dibawa oleh produk tersebut, gengsi yang kita peroleh dari mengkonsumsi barang tersebut. Melalui iklan dengan intensitas yang tinggi kita pun terpropaganda hingga kehilangan kontrol terhadap pikiran atas apa yang layak/butuh dan tidak layak/butuh untuk dikonsumsi.

Mengapa Kesadaran Budi Kita Tidak Berdaya Menghadapi Banjir Visualisasi Eksotis Hingga Bila-Bila Tidak Membeli, Kita Tidak Bergengsi dan Merasa Tidak Modern?

Ketika sekelompok masyarakat/komunitas mulai terpengaruh dengan iklan komoditi yang begitu intensif, kita yang menjadi bagian dari masyarakat/komunitas tersebut pun ikut terseret di dalamnya. Karena sekali lagi, siapa diri kita merupakan penilaian orang lain. Ketika menurut masyarakat merek tertentu menunjukkan kelas sosial yang lebih tinggi, kita pun mau tidak mau mengkonsumsi merek tersebut jika ingin masuk dalam komunitas kelas sosial tersebut.

Begitu juga ketika masyarakat menilai bahwa membeli barang tertentu lebih bergengsi dan modern, kita pun merasa tidak bergengsi dan tidak modern jika tidak membelinya. Kesadaran budi menjadi tidak berdaya akan hal seperti ini karena yang kita hadapi di sini sudah bukan lagi semata-mata rayuan iklan komoditi melainkan penilaian masyarakat/komunitas kita terhadap apa yang kita konsumsi. Salah-salah kita bisa tersingkir dari komunitas tersebut sehingga merasa identitas diri kita terancam.


Komunitas Membentuk Budaya Konsumtif

Begitu kuatnya budaya konsumtif membuat kita yang menjadi bagian dari suatu komunitas ikut terpengaruh. Ketika pola konsumsi suatu komunitas berubah kita pun mau tidak mau harus mengikutinya. Contoh yang paling kongkrit adalah apa yang saya alami selama berada dalam satu komunitas tertentu. Ketika komunitas tersebut mulai senang untuk nonton di bioskop, mau tidak mau saya pun harus ikut agar merasa tetap eksis dalam komunitas tersebut.

Cara kerjanya begitu sederhana, ketika semua orang ikut kita mau tidak mau juga ikut jika tidak ingin tersingkir dari komunitas. Ketika semua orang merasa gengsi dan modern dengan produk tertentu, kita juda mau tidak mau ikut merasakannya. Ketika komunitas kita konsumtif, kita pun mau tidak mau ikut terpengaruh. Untuk menghadapi budaya seperti ini, kita perlu membentuk suatu budaya atau gaya hidup baru yang tidak berporos pada konsumsi. Tidak hanya gaya hidup kita sebagai pribadi tetapi gaya hidup satu komunitas perlu kita bentuk karena komunitaslah yang akhirnya membentuk budaya kita.

Musik Heavy Metal

Musik heavy metal umumnya lebih dikenal dengan nama musik metal sebenarnya merupakan jenis aliran musik rock yang dikembangkan sekitar akhir 1960-an dan awal 1970-an. Aliran musik yang berakar dari musik blues-rock, psychedelik rock dan hard rock tersebut awalnya berkembang dari Inggris dan Amerika Serikat melalui band-band seperti Led Zeppelin, Black Sabbath dan Deep Purple.

Jenis musik ini mulai populer pada tahun 1980-an, lalu mulai berkembang dan muncul banyak sub-aliran metal seperti black metal, metalcore, nu metal dan thrash metal serta campuran-campuran dengan aliran lain seperti altenative metal, classic metal dan rapcore.

metal hand gestures

metal hand gestures

Karakteristik

Secara umum dapat dikatakan bahwa musik metal merupakan musik dengan fokus utama pada permainan gitar dan drum yang padat, tebal dan keras dan juga permainan solo gitar yang cepat. Metal dihiasi dengan unsur-unsur seperti gitar yang keras, irama yang tegas, suara bass dan drum yang padat dan vokal yang bertenaga. Keberagaman sub aliran metal berasal dari penegasan, penggabungan ataupun pengurangan dari satu atau beberapa unsur-unsur tadi.

Untuk pemain musiknya, komposisi utamanya adalah seorang drummer, pemain bass, 2 orang gitaris dan seorang vokalis. Keyboard bersifat opsional, belakangan ini sering digunakan oleh band-band metal aliran progressive metal, power metal dan symphonic metal.

Gitar elektrik merupakan elemen kunci dalam heavy metal, dimainkan dengan berbagai teknik tingkat tinggi dan menghasilkan suara yang tebal, bertenaga dan keras. Settingan drum pada umumnya lebih besar dari bentuk musik rock lainnya. Vokalisnya juga memiliki berbagai ciri yang khas dari suara yang multioctave, keras, kasar, teriakan, yang menggeram sampai yang berserak. Untuk urusan pertunjukan langsung, volume suara merupakan bagian yang vital.

Tema lirik pada music metal umumnya berbicara seputar sex, kekerasan, fantasi dan kegaiban. Beberapa juga mendasari tema mereka dengan hal-hal seperti peperangan, nuklir, isu lingkungan, politik dan agama. Begitu juga dengan penampilan, settingan panggung dan bahkan logo band selalu disesuaikan dengan tema musiknya.


Sejarah

  • Pertengahan tahun 1960-an, blues music Amerika sangat mempengaruhi rocker Inggris saat itu. Band-band saat itu, membawakan sejumlah lagu blues klasik dengan menggunakan gitar elektrik. Seiring dengan percobaan mereka pada musik, band-band Inggris yang berbasis blues mengembangkan bentuk awal dari musik heavy metal, dengan gaya gitar yang keras.
  • Dalam perkembangannya, drummer mulai menggunakan pendekatan permainan yang lebih bertenaga dan kompleks untuk menyaingi suara gitar yang terus meningkat. Hal serupa juga terjadi pada para vokalis dengan memodifikasi teknik dan meningkatkan amplifikasi. Kombinasi dari blues-rock dan psychedelic rock seperti ini membentuk basis dari heavy metal. Beberapa band pada waktu itu yang cukup berpengaruh dalam proses penggabungan kedua jenis aliran musik ini adalah “the power trio cream” dan Jimi Hendrix.
  • Akhir tahun 1960-an, band, album dan lagu yang berbau heavy metal mulai bermunculan. Diantaranya seperti “Summertimes Blues” dari Blue Cheer yang diyakini sebagai rekaman heavy metal yang pertama, diikuti “Born to Be Wild” dari Steppenwolf, “Revolution” dari The Beatles, sampai “Whole Lotta Love” dari Led Zeppelin yang menduduki posisi ke-4 di tangga billboard saat itu.
  • Awal tahun 1970-an, perkembangan heavy metal pada jalan menuju populer. Led Zeppelin, Black Sabbath dan Deep Purple merupakan band-band yang cukup berperan dalam membentuk aliran musik yang baru ini. Di Amerika, band yang paling sukses saat itu adalah Grand Funk Railroad. Band-band metal saat itu menarik peminat melalui tour secara konstan dan juga pertunjukan panggung.
  • Akhir tahun 1970-an, perkembangan heavy metal ditandai dengan munculnya Judas Priest yang murni beraliran heavy metal dengan mengkombinasikan semua unsur-unsur musik metal saat itu. Lalu, mulai muncul New Wave of British Heavy Metal”. NWOBHM mengubah heavy metal menjadi lebih berenergi, mengurangi unsur blues dan menekankan pada penambahan tempo cepat.
  • Tahun 1980-an, NWOBHM menjadi mainstream saat itu. Band-band yang terkenal saat itu adalah Iron Maiden, Motorhead dan Saxon. Di US, heavy metal juga menjadi populer. Glam metal tampil dominan di berbagai chart, televisi dan konser di sana. Banyak sub aliran metal berkembang diluar mainstream selama tahun 1980-an. Dikenal dengan nama underground metal, mereka di bagi menjadi 5 sub aliran yaitu, thrash metal, black metal, death metal, power metal dan doom/gothic metal.
  • Tahun 1990-an, era mainstream metal mulai berakhir, digantikan dengan era altenative dan nu metal. Di US, diinspirasi oleh altenative metal, gelombang baru nu metal muncul dengan mencampurkan berbagai aliran musik lain. Band-band yang terkenal antara lain P.O.D., Korn, Papa Roach, Limp Bizkit, Slipknot, dan Linkin Park. Nu metal menjadi mainstream baru dan populer hingga awal tahun 2000-an.

Perkembangan sekarang, aliran yang mulai mengambil alih adalah metalcore. The End of Heartache dari Killswitch Engage, The War Within dari Shadows Fall, Bullet for My Valentine dari Wales merupakan contoh-contoh musik aliran Metalcore. Death metal, power metal dan retro-metal juga cukup populer di Eropa saat ini terutama di Jerman dan Skandinavia.

Aliran Musik Metal

Pada umumnya karakter sub aliran heavy metal masing-masing memiliki penegasan, kombinasi ataupun pengurangan yang berbeda pada unsur-unsur seperti struktur keseluruhan, gaya instrumen, vokal dan tempo. Berikut daftar sub aliran metal yang ada:

1. Sub aliran utama


2. Campuran dengan aliran lain


Keterangan singkat:

Black Metal merupakan metal yang ekstrem dengan lirik yang bertemakan setan, penyembahan berhala, kegaiban dan biasanya memiliki sentimen Anti-Kristian. Umumnya membawakan gitar dengan nada tinggi, jeritan vokal nada tinggi.

Death Metal juga merupakan jenis metal ekstrem tetapi dengan setelan gitar yang rendah, vokal nada rendah dan tempo yang tak beraturan. Liriknya berbicara seputar kekerasan dan kematian.

Glam Metal merupakan salah satu jenis metal yang terkenal pada tahun 1980-an. Metal ini fokus pada permainan gitar solo, drummer yang bersemangat

Gothic Metal merupakan aliran metal yang berasal dari Eropa pada tahun 1990-an dengan mengkombinasikan gaya gitar pada doom metal, black metal dan death metal. Gothic metal dengan unik menggunakan nuansa keyboard yang berat, kisah romantis dan dua orang vokalis.

Metalcore mengkombinasikan elemen hardcore punk dengan heavy metal. Dengan gitar yang harmonis, pukulan hardcore d-beats dan ciri khas breakdown. Metalcore lebih fokus pada melody music daripada agresinya.

Nu Metal mengkombinasikan heavy metal dengan elemen altenative rock dan funk, kadang juga sedikit unsur hip-hop.

Thrash Metal merupakan bentuk pertama dari metal ekstrem. Umumnya memiliki tempo yang tinggi, kompleks dan agresi. Vokal umumnya menggunakan teriakan walaupun pada bagian-bagian yang melodis.

Altenative Metal merupakan kombinasi dari heavy metal dan altenative rock. Band biasanya menggunakan instrumen heavy metal digabungkan dengan lirik yang diluar kebiasaan. Perbedaannya dengan nu metal adalah tidak adanya pengaruh dari musik hip-hop pada aliran ini.

Rapcore dikenal juga dengan nama rap metal merupakan metal dengan vokal dan lirik berbentuk rap.

Symphonic Metal memiliki bentuk yang bervariasi. Umumnya digunakan untuk menunjukkan heavy metal yang menggunakan elemen orchestra. Merupakan jenis metal yang lebih lembut.